Jakarta, 6 Mei 2026 – Jumlah pengangguran di Indonesia tercatat mencapai 7,24 juta orang berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah mendorong pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
BPS menjelaskan bahwa tingkat pengangguran masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perlambatan ekonomi global dan ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Kondisi ini membuat sebagian angkatan kerja belum terserap secara optimal.
Selain itu, perubahan struktur ekonomi dan perkembangan teknologi juga turut memengaruhi pasar tenaga kerja. Beberapa sektor mengalami transformasi yang menuntut keahlian baru, sehingga tenaga kerja yang tidak memiliki keterampilan yang relevan berisiko tertinggal.
Pemerintah terus berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai program, seperti pelatihan vokasi, peningkatan kualitas pendidikan, serta dukungan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Pengamat ekonomi menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam mengatasi masalah pengangguran. Penyesuaian kurikulum dan peningkatan kompetensi tenaga kerja dinilai penting agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dengan jumlah pengangguran yang masih cukup tinggi, berbagai pihak diharapkan dapat terus berupaya menciptakan solusi yang berkelanjutan. Pemerintah optimistis, dengan kebijakan yang tepat, angka pengangguran dapat ditekan secara bertahap di masa mendatang.