Pelatih tim nasional Germany national football team, Julian Nagelsmann, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap jalur fase gugur yang harus dihadapi timnya di Piala Dunia 2026. Menurutnya, Jerman justru merasa seperti “dihukum” meskipun berhasil finis sebagai juara grup.
Nagelsmann menilai sistem bagan pertandingan membuat tim yang finis di posisi pertama tidak selalu mendapatkan lawan yang lebih ringan. Dalam beberapa situasi, juara grup justru berpotensi langsung menghadapi tim-tim kuat yang juga lolos dari grup lain, sehingga perjalanan menuju babak berikutnya menjadi jauh lebih berat.
Meski demikian, pelatih berusia muda itu menegaskan bahwa skuad Jerman tidak akan menjadikan hal tersebut sebagai alasan. Baginya, tim yang ingin menjadi juara dunia harus siap menghadapi siapa pun lawannya, terlepas dari posisi akhir di fase grup maupun jalur yang harus dilalui.
Jerman sendiri tampil konsisten sepanjang penyisihan grup dengan permainan yang solid di lini belakang dan efektif saat menyerang. Hasil tersebut mengantarkan mereka ke fase gugur dengan status juara grup, tetapi juga membuka kemungkinan menghadapi lawan tangguh lebih cepat dibanding perkiraan.
Nagelsmann berharap sistem kompetisi ke depan dapat terus dievaluasi agar memberikan keseimbangan yang lebih baik bagi seluruh peserta. Namun, fokus utamanya saat ini tetap memastikan para pemain berada dalam kondisi terbaik untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Ia juga menekankan bahwa pengalaman bermain di laga-laga besar menjadi modal penting bagi skuad Jerman. Menurutnya, menghadapi lawan kuat sejak awal fase gugur dapat menjadi ujian karakter sekaligus kesempatan menunjukkan kualitas tim di level tertinggi.
Para pemain Jerman disebut tetap optimistis menyambut babak knockout. Mereka percaya performa yang konsisten selama fase grup menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan yang lebih berat dalam perebutan gelar juara dunia.
Dengan komentar tersebut, Nagelsmann menyoroti dinamika format kompetisi yang terkadang menghadirkan jalur sulit bagi juara grup. Meski merasa dirugikan oleh bagan pertandingan, Jerman tetap bertekad melangkah sejauh mungkin dan membuktikan kualitasnya di Piala Dunia 2026.