Jakarta, 29 September 2026 – New York menempati posisi pertama dalam Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics. Pemeringkatan tersebut mengevaluasi 1.000 kota terbesar di dunia berdasarkan lima pilar utama, yakni ekonomi, modal manusia, kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola. New York memperoleh skor keseluruhan sempurna 100 dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi terpenting dunia. London dan Paris menyusul di posisi kedua dan ketiga.
Dalam daftar tersebut, New York berada di peringkat pertama dengan skor 100, disusul London dengan 98,8 dan Paris 93,4. Seattle berada di posisi keempat dengan 92,8, sementara San Francisco menempati urutan kelima dengan 91,9. Dublin berada di posisi keenam dengan skor 91,3, kemudian Boston pada posisi ketujuh dengan 90,7. San Jose, Tokyo, dan Zurich melengkapi daftar 10 besar dengan skor masing-masing 89,6, 89,5, dan 89,1.
Amerika Serikat mendominasi daftar 10 besar dengan menempatkan lima kota, yakni New York, Seattle, San Francisco, Boston, dan San Jose. Kekuatan ekonomi dan pasar tenaga kerja menjadi salah satu faktor penting yang membuat kota-kota Amerika Utara tetap berada di posisi tinggi. Oxford Economics mencatat kota-kota di Eropa dan Amerika Utara mengisi 78 dari 100 posisi teratas. Kondisi tersebut menunjukkan kuatnya posisi dua kawasan tersebut dalam indeks tahun ini.
London mempertahankan posisi kedua dengan keunggulan besar pada kategori modal manusia yang memperoleh skor 100. Sementara itu, Paris tetap berada di peringkat ketiga dan menunjukkan performa kuat pada aspek kualitas hidup. Tiga kota teratas tersebut tidak berubah dibandingkan pemeringkatan sebelumnya. Delapan dari 10 kota yang berada di jajaran teratas juga tetap bertahan dalam kelompok yang sama.
Tokyo menjadi satu-satunya kota Asia yang berhasil masuk dalam 10 besar Global Cities Index 2026. Ibu kota Jepang tersebut berada di posisi kesembilan dengan skor keseluruhan 89,5 dan memperoleh nilai tinggi pada modal manusia serta tata kelola. Di luar kelompok 10 besar, sejumlah kota Asia diperkirakan memiliki potensi pertumbuhan ekonomi besar dalam beberapa dekade mendatang. Shanghai, Beijing, dan Delhi, misalnya, diproyeksikan mencatat peningkatan produk domestik bruto yang signifikan hingga 2050.
Pergerakan juga terlihat di kawasan Timur Tengah dengan Dubai dan Riyadh untuk pertama kalinya berhasil masuk kelompok 50 besar. Oxford Economics menilai pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas hidup, serta kemampuan menarik tenaga kerja dan perusahaan internasional menjadi faktor yang mendukung perkembangan kota-kota tersebut. Sementara di Eropa Tengah dan Timur, Warsaw mencatat lonjakan 109 posisi dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan tersebut menunjukkan persaingan antarkota global tetap berlangsung meskipun kelompok teratas relatif stabil.
Global Cities Index 2026 tidak hanya mengukur daya tarik sebuah kota sebagai destinasi wisata, melainkan menilai kekuatan struktural dan prospeknya secara lebih luas. Aspek ekonomi, kemampuan menarik tenaga kerja terampil, kondisi kehidupan masyarakat, lingkungan, dan kualitas tata kelola dihitung bersama untuk menentukan posisi masing-masing kota. Hasil tahun ini menempatkan New York, London, Paris, Seattle, San Francisco, Dublin, Boston, San Jose, Tokyo, dan Zurich sebagai 10 kota dengan skor keseluruhan tertinggi. Dominasi kota-kota tersebut mencerminkan kombinasi kekuatan ekonomi dan kualitas perkotaan yang dinilai dalam indeks.