Vokalis grup band Kotak, Tantri, mengungkapkan pengalaman pahit yang meninggalkan trauma setelah menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oleh seseorang yang dikenalnya sendiri. Peristiwa tersebut tidak hanya berdampak secara materi, tetapi juga memengaruhi kondisi emosionalnya karena pelaku merupakan orang yang sebelumnya dipercaya.
Tantri mengaku sempat merasa bersalah dan terus mempertanyakan keputusan yang diambil sebelum kejadian itu terjadi. Rasa kecewa muncul karena kepercayaan yang telah diberikan justru dimanfaatkan oleh pihak yang dekat dengannya. Pengalaman tersebut membuatnya lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan maupun urusan yang melibatkan kepercayaan.
Meski demikian, Tantri berusaha bangkit dari situasi tersebut dengan mengambil hikmah dari pengalaman yang dialaminya. Ia menyadari bahwa setiap orang dapat menjadi korban ketika kepercayaan disalahgunakan, sehingga penting untuk lebih cermat sebelum mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan urusan pribadi maupun profesional.
Dukungan dari keluarga, rekan kerja, dan para penggemar disebut menjadi salah satu faktor yang membantunya melewati masa sulit. Kehadiran orang-orang terdekat memberikan semangat bagi Tantri untuk kembali fokus pada aktivitas bermusik dan berbagai kegiatan lainnya.
Pengalaman ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kewaspadaan dalam setiap bentuk kerja sama. Tantri berharap kisah yang dialaminya dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang agar tidak mudah memberikan kepercayaan tanpa pertimbangan yang matang.
Kini, Tantri memilih menatap ke depan dan melanjutkan kariernya dengan semangat baru. Meski masih menyimpan trauma atas kejadian tersebut, ia berusaha menjadikannya sebagai pengalaman berharga untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi.