Jakarta, 13 Mei 2026 – Pemerintah United Kingdom mengirim jet tempur dan kapal perang ke kawasan Selat Hormuz sebagai bagian dari misi pengamanan jalur pelayaran internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Langkah tersebut dilakukan menyusul kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan kawasan yang menjadi salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia.
Kementerian pertahanan Inggris menyebut pengerahan armada militer bertujuan memastikan keamanan kapal-kapal dagang serta menjaga kebebasan navigasi internasional. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur strategis yang dilalui sebagian besar pengiriman minyak dunia, sehingga setiap potensi konflik di kawasan tersebut dapat berdampak besar terhadap ekonomi global dan stabilitas pasar energi.
Jet tempur dan kapal perang yang dikirim disebut akan bekerja sama dengan sekutu internasional dalam melakukan patroli dan pengawasan maritim. Operasi pengamanan juga difokuskan pada perlindungan kapal sipil dari ancaman gangguan keamanan di wilayah perairan yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan ketegangan antara negara-negara kawasan dan kekuatan Barat.
Pengamat hubungan internasional menilai langkah Inggris mencerminkan meningkatnya kekhawatiran negara-negara Barat terhadap situasi keamanan di Timur Tengah. Selain faktor konflik regional, keberadaan jalur energi strategis membuat banyak negara berkepentingan menjaga stabilitas Selat Hormuz agar distribusi minyak dan gas dunia tidak terganggu. Ketegangan di kawasan tersebut juga berpotensi memengaruhi harga energi global apabila situasi memburuk.
Di tengah meningkatnya aktivitas militer di kawasan Teluk, berbagai negara menyerukan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Komunitas internasional berharap situasi keamanan di Selat Hormuz tetap terkendali agar tidak memicu eskalasi yang lebih luas dan berdampak terhadap stabilitas ekonomi dunia.