Solok, 22 September 2026 – Akses jalan nasional dan jalan provinsi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mulai dipulihkan setelah sempat terputus akibat banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan sejumlah ruas mulai terbuka dan dapat dilewati kendaraan secara bertahap pada Selasa pagi. Pemulihan dilakukan melalui koordinasi pemerintah daerah bersama instansi yang menangani jalan nasional dan provinsi. Petugas masih berada di lapangan untuk membersihkan material yang tersisa sekaligus memastikan jalur aman digunakan.
Banjir bandang membawa lumpur, batu, kayu, pasir, dan material longsoran yang menutup badan jalan di kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang. Salah satu ruas yang terdampak adalah jalur utama Padang-Solok yang menjadi bagian penting konektivitas menuju wilayah lain di Sumatera Barat hingga arah Jambi. Pada tahap awal bencana, material yang menumpuk membuat kendaraan tidak dapat melintas. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas dan distribusi logistik melalui jalur utama sempat terganggu.
Petugas gabungan mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan material di badan jalan. Sedikitnya tiga alat berat diturunkan untuk membantu membuka jalur yang tertutup endapan lumpur dengan ketebalan di sejumlah titik mencapai lebih dari satu meter. Pengerukan harus dilakukan secara bertahap karena banyaknya material yang terbawa banjir. Selain jalan, pembersihan juga dilakukan terhadap sejumlah bangunan dan fasilitas yang terdampak.
Jalur Padang-Solok kemudian mulai dapat digunakan secara terbatas melalui akses di kawasan Kayu Aro. Pengaturan lalu lintas dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan selama proses pemulihan masih berlangsung. Kendaraan roda dua dan roda empat diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi jalan belum sepenuhnya kembali normal. Sementara kendaraan bermuatan berat diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang untuk mengurangi beban pada ruas yang baru dibuka.
Penanganan dampak banjir melibatkan BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, unsur SAR, relawan, dan masyarakat. Polda Sumatera Barat juga mengerahkan sekitar 300 personel Brimob dan Direktorat Samapta untuk memperkuat kegiatan evakuasi serta pembersihan material. Ratusan personel TNI dari Kodim 0309/Solok dan Batalyon TP 951/PM turut dikerahkan sejak malam kejadian. Gotong royong dilakukan agar akses transportasi serta aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
Pemulihan jalan menjadi salah satu prioritas karena ruas tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Terbukanya kembali jalur akan mempermudah pergerakan kendaraan penanganan bencana, penyaluran bantuan, serta aktivitas ekonomi warga. Meski demikian, petugas belum menghentikan pembersihan karena material masih ditemukan di sejumlah lokasi. Kondisi cuaca juga terus dipantau mengingat hujan dapat meningkatkan risiko longsor maupun banjir susulan. Pengendara diminta mengikuti pengaturan lalu lintas dan tidak memaksakan melintas pada ruas yang belum dinyatakan aman.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan pemulihan konektivitas dilakukan secepat mungkin tanpa mengabaikan keselamatan pengguna jalan. Setelah akses darurat terbuka, pemeriksaan kondisi infrastruktur diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat kerusakan yang membutuhkan penanganan lanjutan. Pembersihan kawasan permukiman dan fasilitas umum juga berjalan bersamaan dengan operasi pencarian serta pertolongan korban. Masyarakat di sekitar kawasan terdampak tetap diminta waspada terhadap perubahan kondisi cuaca dan menjauhi lokasi yang berpotensi mengalami bencana susulan. Pemulihan akses jalan diharapkan mempercepat seluruh proses penanganan pascabanjir bandang di Kabupaten Solok.