Jakarta, 7 Oktober 2026 – Indonesia menegaskan pembangunan ekonomi digital harus memiliki prinsip keadilan secara fundamental agar manfaat transformasi teknologi dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Pertumbuhan sektor digital dinilai tidak cukup hanya diukur dari besarnya transaksi maupun jumlah pengguna. Pemerataan akses dan kesempatan ekonomi juga perlu menjadi bagian utama dalam pengembangan ekosistem digital.
Perkembangan teknologi telah membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat dan pelaku usaha. Platform digital memungkinkan kegiatan perdagangan, layanan keuangan, pendidikan, hingga berbagai aktivitas ekonomi dilakukan dengan lebih cepat dan luas. Namun, manfaat tersebut perlu disertai kebijakan yang memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.
Prinsip keadilan dalam ekonomi digital juga berkaitan dengan kesempatan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk bersaing. Pelaku usaha perlu mendapatkan akses terhadap teknologi, pasar, pembiayaan, serta peningkatan kemampuan digital. Dengan dukungan tersebut, transformasi digital dapat menjadi instrumen untuk memperluas kegiatan ekonomi hingga ke berbagai daerah.
Indonesia juga menilai perkembangan ekonomi digital membutuhkan tata kelola yang mampu melindungi kepentingan masyarakat. Perlindungan data, keamanan transaksi, transparansi platform, serta hak konsumen menjadi bagian yang perlu diperhatikan seiring meningkatnya aktivitas di ruang digital. Regulasi harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa menghambat inovasi.
Kesenjangan akses internet dan kemampuan menggunakan teknologi turut menjadi tantangan dalam mewujudkan ekonomi digital yang adil. Infrastruktur yang memadai perlu menjangkau masyarakat secara lebih merata agar peluang ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu. Peningkatan literasi digital juga dibutuhkan supaya masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara produktif dan aman.
Kolaborasi pemerintah, sektor swasta, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi penting untuk membangun ekosistem yang inklusif. Perusahaan teknologi memiliki peran dalam menciptakan layanan yang mudah diakses, sementara pemerintah perlu memastikan adanya aturan yang memberikan kepastian sekaligus perlindungan. Sinergi tersebut diharapkan menghasilkan pertumbuhan digital yang tidak meninggalkan kelompok tertentu.
Dengan menempatkan keadilan sebagai fondasi, Indonesia mendorong ekonomi digital berkembang tidak hanya secara cepat tetapi juga memberikan manfaat yang lebih merata. Transformasi teknologi diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing nasional. Prinsip inklusivitas menjadi bagian penting agar kemajuan ekonomi digital dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.