Jakarta, 18 September 2026 – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggencarkan program penghijauan sebagai salah satu langkah menekan polusi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan. Penanaman pohon dilakukan di sejumlah kawasan dengan memanfaatkan ruang terbuka, taman, jalur hijau hingga lahan yang masih memungkinkan untuk ditanami vegetasi. Program tersebut diarahkan untuk menambah tutupan hijau di tengah tingginya aktivitas kendaraan dan pembangunan di wilayah Jakarta Selatan. Pohon memiliki fungsi menyerap karbon dioksida, membantu menangkap sebagian partikel di udara serta menurunkan suhu lingkungan melalui naungan dan proses evapotranspirasi. Penghijauan juga diharapkan meningkatkan kenyamanan masyarakat ketika beraktivitas di ruang publik. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan lahan.
Pemilihan jenis tanaman menjadi salah satu aspek yang diperhatikan agar penghijauan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Pohon yang ditanam perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan perkotaan sekaligus tidak mengganggu jaringan utilitas maupun keselamatan pengguna jalan. Pemerintah kota juga mempertimbangkan ukuran tajuk, karakter akar serta kebutuhan perawatan sebelum menentukan tanaman untuk suatu lokasi. Pada kawasan dengan ruang terbatas, tanaman berukuran sedang maupun vegetasi pendukung dapat menjadi pilihan. Sementara pada taman dan ruang terbuka yang lebih luas, pohon peneduh dapat ditanam untuk meningkatkan tutupan hijau. Pendekatan tersebut diperlukan agar program penghijauan tidak hanya mengejar jumlah tanaman, tetapi juga keberlanjutan pertumbuhannya.
Penghijauan juga diarahkan ke lingkungan permukiman karena kualitas udara tidak hanya dipengaruhi kondisi di jalan utama. Masyarakat, pengelola gedung, sekolah serta pelaku usaha didorong memanfaatkan halaman dan ruang yang tersedia untuk menambah tanaman. Kolaborasi diperlukan mengingat keterbatasan lahan milik pemerintah di kawasan perkotaan yang telah berkembang padat. Penanaman di lingkungan masyarakat dapat memperluas sebaran vegetasi sekaligus menciptakan ruang yang lebih teduh. Pemerintah kota juga perlu memastikan tanaman yang telah ditanam mendapatkan pemeliharaan, termasuk penyiraman dan pemangkasan secara berkala. Tingkat keberhasilan program pada akhirnya ditentukan oleh jumlah pohon yang mampu tumbuh dengan baik, bukan sekadar jumlah bibit yang ditanam.
Selain membantu kualitas udara, penambahan vegetasi memiliki manfaat dalam mengurangi dampak panas perkotaan. Permukaan jalan dan bangunan menyerap panas pada siang hari sehingga kawasan padat dapat memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan daerah dengan vegetasi lebih banyak. Pohon peneduh dapat mengurangi paparan langsung sinar matahari terhadap permukaan tersebut dan memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki. Area hijau juga dapat membantu penyerapan air hujan apabila dirancang dengan ruang tanah yang memadai. Fungsi tersebut penting bagi Jakarta Selatan yang menghadapi persoalan lingkungan mulai dari polusi hingga genangan di sejumlah kawasan. Karena itu, penghijauan dapat menjadi bagian dari penataan kota yang lebih luas.
Meski demikian, penambahan pohon bukan satu-satunya langkah untuk mengatasi persoalan polusi udara. Emisi kendaraan bermotor, kegiatan konstruksi dan berbagai aktivitas lainnya tetap membutuhkan pengendalian melalui kebijakan yang sesuai. Peningkatan penggunaan transportasi umum dan pemeriksaan emisi kendaraan dapat berjalan bersama program penghijauan. Pengendalian debu pada proyek pembangunan juga diperlukan agar sumber pencemar dapat ditekan secara langsung. Vegetasi lebih tepat ditempatkan sebagai salah satu unsur pendukung dalam strategi peningkatan kualitas udara perkotaan. Kombinasi berbagai kebijakan tersebut diharapkan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan mengandalkan satu langkah saja.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan akan terus mengidentifikasi lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas ruang hijau dan penanaman pohon. Evaluasi terhadap tanaman yang sudah ditanam juga diperlukan untuk mengetahui tingkat kelangsungan hidup serta manfaatnya terhadap lingkungan sekitar. Keterlibatan masyarakat diharapkan membantu menjaga tanaman sehingga program tidak berhenti setelah kegiatan penanaman selesai. Penghijauan yang dilakukan secara konsisten dapat meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus membuat lingkungan lebih nyaman. Pada saat yang sama, pengurangan sumber emisi tetap menjadi bagian utama dalam upaya memperbaiki kualitas udara. Melalui penambahan vegetasi dan pengendalian polusi secara bersamaan, Jakarta Selatan berupaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.