Jakarta, 9 Mei 2026 – Pemerintah berencana melakukan perbaikan terhadap sekitar 30 ribu rumah tidak layak huni di wilayah Central Java sebagai bagian dari program peningkatan kualitas hunian masyarakat.
Program tersebut ditujukan untuk membantu warga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak, seperti bangunan rusak, sanitasi buruk, hingga struktur rumah yang membahayakan keselamatan penghuni.
Pemerintah menilai penyediaan hunian yang layak menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan kesehatan keluarga.
Selain memperbaiki kondisi fisik rumah, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat serta aman.
Perbaikan rumah akan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah di Jawa Tengah dengan melibatkan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya dalam proses pendataan serta pelaksanaan pembangunan.
Masyarakat penerima bantuan nantinya diprioritaskan berdasarkan kondisi ekonomi dan tingkat kerusakan rumah yang dimiliki. Pemerintah disebut terus melakukan verifikasi agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Pengamat pembangunan menilai program renovasi rumah tidak layak huni memiliki dampak sosial yang besar karena menyangkut kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain memberikan tempat tinggal yang lebih aman, pembangunan rumah layak huni juga dapat membantu meningkatkan kesehatan keluarga dan mendukung produktivitas masyarakat.
Warga di sejumlah daerah menyambut positif rencana tersebut dan berharap proses pembangunan dapat berjalan cepat sehingga masyarakat yang membutuhkan segera merasakan manfaatnya.
Dengan target perbaikan puluhan ribu rumah di Jawa Tengah, pemerintah berharap kualitas permukiman masyarakat semakin meningkat dan angka rumah tidak layak huni dapat terus ditekan dalam beberapa tahun ke depan.